Minggu, 27 Januari 2008

Arfin rose:

jarum jam yang berdetak di hatimu

jarum jam yang berdetak di hatimu
menyisakan ruang kosong yang diamdiam
kau siapkan entah untuk pemujaan apa
dan selalu tentang cinta, luka, dan kematian

langit-langit kusam di kamarmu
memberi jejak pada tiap cicak yang berkejaran
sesekali mencari jalan seorang diri
di tepian kata yang nyaris kehilangan eja

lalu kudapati dirimu tersudut di tepian malam
bagai sepasang bidadari terjebak di kedalaman hati
susah payah tampak kaucoba tuk mengingkari
apa yang telah tertulis jauh sebelum hening menyepakati

Yogyakarta, 5 November 2007



NOCTURNO

aku adalah lelaki yang sengaja disiapkan untuk dikalahkan malam
dan kawanan bintang tak henti-hentinya menggunjingku:

tentang janji yang kian tak terpenuhi
tentang percintaan yang tak pernah tuntas
tentang hati yang tak lelah menanti

hingga fajar selalu dapat menyelamatkanku
dari suara-suara sunyi yang tak terkelabui
atau mimpi-mimpi yang selalu menagih arti

dan aku akan terus melanjutkan pagi
dengan suasana hati yang kian tak pasti

Yogyakarta, 2008

Tidak ada komentar: